6 Cara Membersihkan Telinga Dengan Benar Dan Aman

Lubang telinga merupakan organ yang cukup penting. Jika tidak rajin dibersihkan, akan menumpuk kotoran di dalamnya yang umumnya berbentuk gumpalan-gumpalan lunak.

Kotoran telinga yang berupa gumpalan lunak tersebut sebetulnya cukup baik, karena berfungsi untuk melindungi daun telinga dan gendang telinga dari debu yang masuk, mencegah air memasuki telinga, serta serangga masuk ke dalam telinga. Lapisan lilin pada telinga dapat disebabkan oleh hal-hal berikut:

Penyebab Lapisan Lilin Di Telinga

  • Penggunaan earplug atau alat bantu untuk mendengar yang ditempelkan ke telinga. Pengguna earplug berisiko memiliki kotoran telinga 2 kali lebih banyak dibanding yang tidak.
  • Gen turunan yang membuat seseorang memiliki terlalu banyak rambut halus di saluran telinga.
  • Sebelumnya pernah menderita infeksi telinga atau tersumbat saluran telinga akibat kotoran telinga yang menumpuk.
  • Sering berenang, sehingga produksi kotoran meningkat untuk menghalangi air masuk.
  • Usia yang tidak muda lagi. Semakin lanjut usia seseorang, semakin kering tekstur telinganya, dan risiko terhadap penyumbatan telinga meningkat.

Jika belum menumpuk dan dalam jumlah yang tidak pas, lapisan lunak pada telinga sebetulnya bermanfaat bagi manusia. Namun jika sudah menumpuk dan mulai mengganggu pendengaran, sebaiknya seseorang mulai membersihkan telinganya sehingga tidak terjadi gangguan pendengaran atau penyakit yang lebih parah.

Cara Membersihkan Telinga Yang Aman

Membersihkan telinga tentunya juga membutuhkan pengetahuan, karena jika salah dapat membuat telinga iritasi atau merusak saluran menuju gendang telinga. Untuk mengatasi masala kotoran di telinga, cobalah beberapa cara membersihkan telinga berikut ini.

1. Jangan Menggunakan Cotton Bud

Selama ini orangtua kita selalu menyuruh anak-anaknya untuk membersihkan telinga menggunakan cotton bud. Padahal, sebetulnya dalam dunia medis hal ini kurang dianjurkan. Membersihkan telinga dengan cutton bud dapat berisiko merusak saluran jika terlalu dalam mengorek telinga.

Bahkan pada beberapa kasus, ketika membersihkan telinga menggunakan cotton bud, kotoran telinga justru makin terdorong ke dalam, sehingga lama-kelamaan mengendap pada bagian dalam saluran telinga.

Menggunakan cotton bud yang kapasnya tebal juga dapat berisiko kapas malah menempel di lapisan kotoran telinga, sehingga malah sulit dikeluarkan dan akhirnya membutuhkan bantuan dokter THT. Oleh karena itu, sebisa mungkin hindari penggunaan cotton bud. Jika pun betul-betul terpaksa, gunakan cotton bud yang kapasnya tipis dan jangan terlalu keras dan dalam mengorek kuping.

2. Hindari Pula Penggunaan Ear Candle

Ear candle banyak dipasarkan di salon-salon kecantikan wanita yang dipromosikan untuk membersihkan telinga dengan cara yang modern, yaitu dengan menggunakan lilin yang berfungsi untuk membakar lapisan lilin pada telinga (cerumen).

Namun ternyata setelah diteliti lebih lanjut, banyak dokter yang tidak menyarankan untuk membersihkan telinga menggunakan ear candle. Hal ini disebabkan banyak korban yang akhirnya terbakar saluran telinganya, sehingga terganggu pendengarannya secara permanen. Banyak pula dokter yang mengatakan bahwa membersihkan telinga dengan metode ear candle ini tidak begitu efektif dan cenderung membahayakan pemakainya.

➡ Baca Juga Cara Menghilangkan Bekas Luka di Wajah

3. Jangan Membersihkan Dengan Benda-Benda Asing

Ketika terlalu malas untuk mencari cara membersihkan telinga, biasanya seseorang yang terlampau kreatif bisa mengubah benda apapun untuk menjadi pembersih telinga, mulai dari pulpen, pensil, jepit rambut, lidi, klip kertas, dan sebagainya yang muat masuk ke dalam saluran telinga.

Tentunya hal ini sangat berbahaya, dan bahkan saluran telinga jauh lebih berisiko mengalami iritasi dengan dimasuki benda-benda asing seperti ini dibandingkan dengan penggunaan cotton bud. Belum lagi jika tinta pulpen keluar ke dalam saluran telinga, lidi patah di dalam saluran telinga, klip kertas menyangkut, dan hal mengerikan lainnya yang mungkin terjadi pada telinga jika tidak dibersihkan dengan aman.

4. Cara Membersihkan Telinga yang Benar

Untuk membersihkan telinga dengan benar, Anda membutuhkan obat tetes telinga, yang kini sudah sangat banyak dijual di apotek. Obat tetes telinga bekerja dengan cara memperlunak gumpalan yang sudah menumpuk, sehingga akan lebih mudah untuk dikeluarkan.

Jika di daerah Anda sulit menemukan obat tetes telinga, dapat diganti pula dengan baby oil, gliserin, atau cairan hidrogen peroksida. Teteskan cairan dalam jumlah sedikit saja. Jumlahnya sekitar 2-3 tetes rasanya sudah cukup untuk membuat kotoran di dalam telinga melunak.

➡ Baca Juga Cara Menyembuhkan Sariawan

Kemudian, setelah itu jangan langsung mengorek telinga. Diamkan terlebih dahulu hingga keesokan harinya atau lusa, kemudian barulah gunakan air hangat untuk membasuh kotoran yang sudah melunak. Teteskan air hangat ke dalam saluran telinga, kemudian miringkan sehingga air hangat berhasil membawa kotoran keluar saluran telinga. Setelah itu, lap telinga dengan kain atau handuk yaang lembut.

Proses ini memang membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama dan Anda juga perlu mengulangnya beberapa kali hingga merasa telinga menjadi lebih jelas pendengarannya. Namun cara inilah yang terbukti paling aman untuk membersihkan telinga.

5. Membersihkan Telinga di Dokter THT

Jika Anda merasakan nyeri pada telinga bagian dalam, kemudian juga keluar cairan dari dalam telinga yang tidak terlihat seperti kotoran telinga normal, maka ada baiknya untuk menghubungi dokter THT untuk membantu Anda membersihkan telinga, karena bisa jadi ada bagian yang infeksi dan jika Anda bersikeras membersihkan sendiri, dikhawatirkan infeksi akan melebar.

Dokter THT biasanya akan membantu membersihkan telinga dengan kuret, alat kecil untuk mengeluarkan kotoran telinga, atau menggunakan alat sedot, atau bisa juga melakukan irigasi telinga, yaitu metode penghilangan kotoran telinga dengan mengalirkan air bertekanan.

➡ Baca Juga Cara Mengobati Gusi Bengkak

6. Pengobatan Untuk Membersihkan Telinga

Jika kotoran telinga terus menumpuk dengan cepat walaupun sudah dibersihkan dengan benar, biasanya dokter juga akan menganjurkan untuk menggunakan obat-obatan yang mengandung peroksida karbamida. Namun tentunya penggunaan obat ini harus dengan arahan dari dokter sehingga tidak menyebabkan iritasi pada saluran telinga serta gendang telinga.

Demikianlah cara membersihkan telinga yang bisa ditempuh dan tidak dianjurkan dalam proses membersihkan telinga. Kotoran telinga harus dibersihkan jika sudah mengganggu, karena jika tidak dapat menimbulkan masalah baru seperti nyeri telinga, vertigo,infeksi, atau gendang telinga yang berlubang. Mulailah membersihkan telinga secara rutin dengan cara yang aman dari sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *